Perjalanan Penuh Cerita Menuju Gunung Bromo

Assalamualikum. Wr. Wb

Hai semua bagaimana kabar hari ini ? pasti sehat semua hehehe semoga teman-teman pembaca cerita ini selalu diberkahi kesehatan oleh Allah SWT amiin !.

Hari ini aku ingin bercerita sedikit tentang pengalaman ngetrip ke salah satu destinasi wisata menajubkan yang berada di Jawa Timur yaitu Gunung Bromo.

Kalian semua mestinya sudah mengetahui betapa menajubkan salah satu ciptaan Allah SWT ini.

Gunung Bromo sendiri yang berada dalam datu kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ini berjajar dengan banyak gunung lainya, salah satunya adalah puncak tertinggi Jawa yaitu Mahameru.

Karena tak kalah pamor dengan Mahameru yang digunakan untuk wisata hiking Gunung Bromo pun menjadi salah satu tempat favorit wisatawan dalam negeri atau juga mancanegara.

karena view yang tak kalah cantik dengan Mahameru sebagai puncak tertinggi Jawa, Gunung Bromo juga menyuguhkan pemandangan yang sangat luar biasa.

Bagi para pencari sunrise dan para penggemar nature photograph Bromo adalah salah satu tempat yang menyuguhkan pemandangan alam yang sangat bagus.

Bukan hanya favorit dikalangan pariwisata dalam negeri bahkan Gunung Bromo sudah masuk salah satu nominasi

gunung yang terindah di dunia.

waaaaaah !!! Nggak kebayangkan kalau Gunung Bromo salah satu gunung yang berada di Jawa Timur ini terkenalnya sampai ke mancanegara.

Makanya jangan salah kalau kalian yang sudah pernah kesana sering menemukan bule atau turis dari luar negeri karena ya saking terkenalnya gunung ini.

 

wisata, gunung bromo
Pixabay.com

Permulaan perjalanan

a. Bagian pertama

Semua cerita berawal dari aku dan tiga temanku bingung mencari destinasi wisata untuk sedikit melunturkan rasa haus akan betapa agung cipataan Allah SWT.

karena kami yaaaa! Bisa dibilang suka jalan-jalan atau malah bisa dianggap hobi sih hehehe.

berhubung kami sudah jarang melakukan perjalanan jauh akhirnya kami berfikir untuk kali ini akan pergi mengunjungi  salah satu tempat wisata.

kami pun memutuskan untuk mencari destinasi wisata yang masih lingkup Jawa Timur.

Setelah banyak berdiskusi aku dan teman-temanku memutuskan akan pergi ke Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Tapi bukan ke Mahameru melainkan ke Gunung Bromo yang masyarakat sekitar menyebutnya sebagai gunung para dewa.

Dari segi sejarah asal kata Bromo berasal dari nama Dewa Brahmana, dewa para umat hindu.

Karena dulu pada jaman Majapahit ada dua kubu pribumi yang kebingungan mencari tempat tinggal dan akhirnya terbagi menjadi dua, yang pertama menuju ke Pulau Bali dan yang satu menetap di daerah Gunung Bromo.

Para masyarakat yang menetap disana dinamakan suku tengger, tak ayal rata-rata hampir semua masyarakat yang menetap disana adalah umat beragama hindu.

b. Bagian kedua

Kembali ke topik pembahasan kenapa memilih Gunung Bromo, karena gunung ini adalah salah satu tempat wisata unggulan di Jawa Timur bahkan di Indonesia.

Karena keboominganya banyak orang yang mengatakan bahwa orang Jawa Timur kalau belum pernah ke Bromo belumlah di akui jadi orang Jawa Timur.

Dari jargon tersebut kamipun semakin tertantang untuk melakukan perjalanan ke Gunung Bromo.

Akan tetapi aku dan teman-temankubertujuan untuk menjadikan perjalanan wisata ini menjadi rencana jangka panjang.

Berhubung masih banyak penghalang yang menghambat perjalanan kami menuju amazing destination tersebut.

Salah satunya karena pada saat itu aku pun masih dalam masa pendidikan praktikum di salah satu hotel di Kota Malang selama empat bulan.

Karena bukan hanya aku saja dua temanku juga sedang ada yang pendidikan praktikum di bulan yang sama dengan ku tetapi mereka tetap di kota Tulungagung.

Bahkan salah satu temanku dalam persiapan untuk masuk salah satu perguruan tinggi di Tulungagung.

Mulai muncul permasalahan

problem, kecewa
solusisupersukses.com

 

Setelah masa praktikum empat bulan kemudian kami sering mengadakan diskusi dan keputusan pun kami buat untuk melakukan perjalanan di bulan depan yaitu bulan September pada minggu kedua di hari Sabtu.

Dua minggu sebelum keberangkatan akupun mulai mengingatkan teman-temanku untuk mulai menyiapkan bekal dan peralatan yang digunakan untuk perjalanan ke Gunung Bromo.

Aku pun juga sudah mulai menyiapkan peralatan seperti 2 sarung tangan, 2 kaos kaki, 3 jaket, dan masih banyak lainya.

Karena masih perdana dalam perjalanan ke Bromo aku pun sangat semangat sampai tiba kurang satu minggu.

Semua semangatku hilang seketika karena ke dua temanku membatalkan acara yang di susun sekial bulan lamanya dengan berbagai alasan.

Merasa sedih dan sangat kecewa, karena kurang beberapa hari akan berangkat menuju Bromo tetapi hampir gagal karena pembatalan keberangkatan secara mendadak ini

Muncul keberanian

solusi, keren
solusisupersukses.com

Setelah berfikir untuk beberapa hari dan akhirnya aku memberanikan diri untuk pergi ke Bromo hanya berdua dengan teman ku yang bernama Naufal.

Hari sabtu yang di tunggu-tunggupun datang kami berdua bersiap-siap untuk memulai perjalanan gila ini hanya berdua seorang.

Tanpa sadar dalam perjalanan kami juga mampir ke beberapa objek wisata di Kota Batu tanpa disengaja. Tempat persinggahan kami yang pertama adalah paralayang Gungung Banyak Kota Batu.

karena keberangkatan kami mulai dari jam 9, kami sampai di objek wisata tersebut sekitar jam 11 karena sekedar ingin tau kami pun hanya  sekedar melihat-lihat dan mengambil beberapa foto saja.

Karena menunjukan jam 12 kami pun mulai beranjak untuk pergi menuju Kota Malang untuk istirahat.

Tapi apa daya karena ban sepeda motor beat yang kami tumpangi mulai tipis dan terkena beberapa ranjau paku, kami berjalan sejauh 120 meter menuju tempat penambalan ban.

Setelah sampaipun kami harus mengantri beberapa orang karena yang menambal karena sama terkena ranjau paku.

Menunggu dan menunggu akhirnya dua jam berlalu hingga aku ketiduran, sampai akhirnya mulai perjalanan selanjutanya sekitar jam 14.05 menuju Kota Malang.

Perjalanan selama 45 menit tak terasa lama karena sembari menikmati perjalanan dengan keadaan daerah yang dingin.

Cerita singkat sebelum perjalanan

jalanpun ramai lancar karena Malang adalah kota pelajarnya Jawa Timur, melalui beberapa universitas negeri yang famous di kalangan anak muda perkuliahan.

Alih-alih beristirahat kami tak sengaja melewati tempat wisata Kampung Warna Jodipan yang lagi viral  di media sosial.

Ketertarikan pun mulai datang, kamipun menyempatkan diri untuk mampir sebentar.

tak terasa juga sesi berfoto dan menjelajahi Kampung Jodipan terasa singkat dan waktu menunjukan sudah jam 5 sore ! Kamipun bergegas datang ke rumah saudaraku yang berada di daerah Malang kota.

Ketika datang tanpa kabar-kabar untuk ingin bersinggah kesana, mereka pun kaget karena ada yang mengetuk pintu dan setelah di lihat ternyata aku dan temanku.

Selang beberapa lama kami beristirahat ada dua orang tamu yang ternyata dia adalah adik sepupu dari saudaraku.

Kami semua asik mengobrol sampai pada saat ketika aku bilang bahwa aku dan teman ku Naufal ingin pergi ke Bromo, mereka kaget! karena aku memberitahukan secara mendadak.

Karena memang perjalanan dari Malang menuju Bromo itu tidaklah dekat, kamipun segera langsung disuruh istirahat dan bersiap-siap.

Alangkah kagetnya aku ketika ternyata adik sepupu saudaraku beberapa bulan yang lalu baru saja pergi ke Bromo.

Dari situ kamipun di arahkan memilih rute dan barang apa saja yang dibawa untuk menuju Bromo, setelah pembicaraan yang cukup panjang aku dan Naufal pun tidur sejenak selama 1 jam untuk memulihkan energi.

Pukul sudah menunjukan 20.00 WIB  kami bergegas untuk bersiap dan pamit kepada saudaraku.

Perjalanan panjang di mulai

awal, perjalanan
vimeo.com

Perjalanan kami menuju Bromo berawal dari jam 20.15 WIB dari Kota Malang menuju Kecamatan Nongko Jajar Pasuruan.

Perjalana kami tempuh sekitar kurang lebih 1 jam 45 menit agak lama karena kami juga mampir di swalayan untuk membeli sesuatu.

Setelaha sampai di pasar Nongko Jajar kami langsung bermanuver menuju arah Gunung Bromo sesuai arah yang di tunjukan.

Perjalanan terasa panjang karena sudah mulai memasuki daerah pegunungan, suhu pun sudah terasa lebih dingin dan di awal jalan menuju Gunung Bromo terasa sepi karena masih jarang orang yang menuju ke tempat indah itu.

Setelah kurang lebih 2 jam kami beristirahat di dalam warung, dimana warung tersebut letaknya tidak jauh dari lokasi wisata sekitar 22 Km.

Tak selang lama ada lagi dua pengunjung yang datang beristirahat. Kami pun berbincang sedikit lama mengenai tempat asal dan sebagainya.

Mereka berasal dari Kota Surabaya. Berangkat dari sana sekitar jam 17.00 WIB dan katanya karena alasan mampir-mampir juga mereka sampai di warung tempat kami bersinggah juga agak sedikit malam.

Dirasa istirahat beberapa jam sudah cukup kamipun bergegas menuju arah Bromo.

Sebelum berangkat menuju kesana kami di beritahu oleh pemilik warung arah memotong jalur 22 Km menjadi sekitar 7 Km saja tetapi menembus bukit dan mengendarai motor melewati jurang.

Karena penasaran kami berempat melewati jalan tersebut. Ketika dalam pertengahan perjalanan motor teman kami mogok samapi akhirnya kami harus bergantian mendorongnya.

Ketika 30 menit berlalu motor juga bisa berjalanan kami melanjutkan perjalanan menuju Bromo.

Sesampainya di mushola sebelum Pananjakan Bromo kami beristirahat dan memasang tenda di depan mushola tersebut.

hampir sekitar 1 jam kami beristirahat, kami mulai melanjutkan perjalanan ke Pananjakan Bromo View Sunrise bersama kawanan mobil komunitas mobil jeep.

Tak butuh waktu lama untuk sampai sana. kami mulai menanjakan keki menuju tempat melihat matahari terbit.

menunggu agak lama dalam keadaan kondisi suhu hampir minus 2 adalah hal yang tak pernah kulupakan. Karena aku sedikit alergi dengan dingin tubuhku mulai gatal-gatal di berbagai tempat.

Sampai akhirnya pada waktu yang di tunggu-tunggu sunrise. Tempat yang di padati orang dengan membawa kamera untuk mengabadikan momen yang jarang di dapat.

Pukul 5.45 WIB kami mulai turun dari daerah pananjakan disitu kami dan teman baru kami dari Surabaya berpisah. Mereka melanjutkan perjalanan ketempat tujuan mereka selanjutnya begitu juga kamu.

Perjalanan ke dua meuju Gunung Bromo

Melihat matahari sudah mulai menampakan sinarnya kami bergegas untuk menuruni pananjakan menuju tempat selanjutnya yaitu padang sabana dan pasir bersbisik.

perjalanan sekitar 5 km menuruni bukit tempat melihat sunrise ini.

sesampai disana banyak sekali rombongan mobil jeep dan pengendara yang lainya. kami memutari dan menjajaki tempat wisata yang ternyata bagusnya bukan sekedar rumor saja.

mulai dari sabana, pasir berbisik, pura agung, bukit teletubis, dan lainya. keelokan destinasi Bromo buka hanya isapan jempol belaka.

Tapi sangat disayangkan karena perjalanan kami sedikit terganggu dan beberapa tempat pun tidak bisa di akses secara maksimal bahkan keindahanya sedikit berkurang karena siklus erupsi 5 tahunan Bromo.

waktu sudah menunjukan pukul 07.00 WIB.

kami menargetkan untuk menyelesaikan perjalanan kami hari ini pada pukul 07.00 dan kembali ke Kota Malang dan Tulungagung sekitar jam 12 dan sampai jam 4 sore.

Penutup

Ambilah nilai dari semua perjalanan hidupmu dari mulai merencanakan, kegagalan keberhasilan.

Nikmatilah semua ciptaan Allah SWT karena semua di ciptakan bukan hanya untuk penghias semata tetapi juga untuuk di apresiasi dan menjadikanya sebagai sarana mendekatkan diri pada Ilahi robbi

Terima kasih atas perhatianya ya terima kasih sudah membaca cerita singkat ini!

Wassalamualaikum. Wr. Wb.

Foto di bawah sebagai penunjuk beberapa kalimat yang ada di atas !

Sunrise
Sabana
Perjalanan menuju pura agung

 

Pananjakan dan Teman baru

baca juga Nikmatnya Menjadi Seorang Santri Bagian Pertama

5 thoughts on “Perjalanan Penuh Cerita Menuju Gunung Bromo

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.