Hari raya Kurban Mengesankan di Pesantren

Assalamuailkum. Wr. Wb hai sahabat hamparan!. Kali ini aku akan membagikan sedikit pengalamanku tentang salah satu kegiatan favoritku ketika berada di Ponpes Putra Menara Alfattah pada Hari raya Idul Adha atau biasa disebut juga Hari raya Kurban.

Hari raya Idul Adha adalah hari dimana semua umat muslim didunia memperingati kejadian dimana Nabi Ibrahim AS akan menyenbelih anaknya Nabi Ismail AS karena perintah Allah SWT dan akhirnya di ganti dengan seekor domba.

Dari situlah Allah mensyariatkan umat islam agar berkurban.

Kenapa harus berkurban ? berkurban di tujukan untuk menunjukan tanda syukur atas kita kepada Allah, menghidupkan ajaran Nabi Ibrahim, dan melepas sifat duniawi yang di miliki manusia.

Selain itu Hari raya Kurban ini adalah bertujuan untuk memberikan manfaat kepada sesama manusia, yang biasanya setiap menyembelih hewan kurban akan di bagikan ke masyarakat.

oke sekilias info untuk para sahabat hamparan selanjutnya mari simak pengalamanku ini ya !.

Sholat Idul Adha

sholat hari raya kurban, berjamaah
www.riau.go.id

Sebelum melaksanakan kegiatan berkurban umat islam di sunnahkan untuk melaksanakan sholat dua rakaat (sholat ied) berjamaah di pagi hari setelah subuh dengan mengumandangkan takbir hingga sholat di mulai.

Salah satu budaya unik di setiap dua hari rasa setelah sholat ied di setiap masjid mengadakan ambengan atau membawa nasi, sayur dan lauk untuk di doakan supaya berkah dan makan bersama-sama di masjid.

a. Keusilan para santri

kurban, sholat ied, ambengan
eatbook.com

Karena ambengan adalah hal yang spesial bagi anak pondok jadi terkadang kami melakukan hal usil kepada ambengan warga sekitar yang biasanya di taruh di serambi masjid sebelum atau sesudah sholat ied.

Yaaaah bukan santri namanya kalau tidak usil.

Kami mengakali beberapa ambeng warga, sebelum itu kami bersepakat untuk memindahkan dua ambeng ke kamar untuk menjadi jatah santri.

Soalnya biasanya para santri makan gembul bersama warga karena dirasa kurang cukup akhirnya rencana itu pun di mulai.

Perumusan strategi yang matang di diskusi kami

Ketua santri : “He bro aku kasih tau caranya kita kenyang sampe nanti agak siang”.

Aku : “gimana men caranya ? habis ini makan ambengan sama warga kan sudah kenyang”.

Ketua santri : “masih kurang itu ! Santri disini banyak ! Jadi aku punya rencara agar para santri kenyang sampai nanti”.

Aku : “apa kang ?”.

Ketua santri : ” nanti ada ambengan kita ambil dua nampan untuk jatah tambahan para santri setelah makan sama para warga”.

Aku : ” walaaaaah !! siap pak bos nanti aku yang milih ambengan paling banyak dan lauk paling enak hahah !”.

Tercyiiiiduuuuuk !

Kegiatan sholat ied  pun sudah usai. Karena kegiatan selanjutanya adalah ambengan jadi setelah berjabatan tangan kami pun langsung bergegas untuk keluar.

Semangat 45 pun berkobara karena kami akan mendapat dua jatah ambengan yang kami sembunyikan tadi.

Setelah sampai depan pintu kamar jantungku berdegub kencang laksana di kejar keamanan pondok yang ingin memberi hukuman. Kringat pun mulai terjun melalui dahi seraya ingin berlari menghampiri sesuatu.

Tapi semua peraaan senang dan bahagia pun hilang saat aku membuka pintu dan melihat tetangga abah yai masuk dalam ruangan penyimpanan rahasia tempat ambeng di sembunyikan. 

Hati serasa di cabik dan berteriak “tidaaaaaaaak !”, aku merasakan bagaimana raga berkehendak tapi hati berteriak.

Setelah membuka pintu masuk kamar tangan terasa bergetar seperti ada yang memerintah, dan ternyata aku di sambut dengan senyum seseorang dan tangan yang sedang bersedekap di dada beliau pun berkata :

“hayoooooo tercyiiiduk kamu kang nyembunyiin ambengan”.

dengan tampangku yang polos aku cuma mringis dan tertawa kecil, ketika di tanya tetangga abah yai aku pun mulai nglantur.

Anu pak anuu tadi anuu pokoknya anu pak !”.

Tetangga abah yai pun tertawa terbahak-bahak sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.

Penyelamat pun datang

 

penyelamat, tercyiduk, idhul adha, berkurban
casaneworleans.org

 

Karena keadaan sudah mulai kondusif  pak bos ketua santri pun masuk ke dalam ruangan kamar dan berbicara lantang bak singa yang mengaung kepada kawananya.

” nyuwun sewu poak !  itu tadi yang nyuruh saya heheh karena biasanya yaaah bapak ngerti sendiri lah bagaimana perut santri hehe “.

Dengan perdebatan yang sangat sengit dan akhirnya keluar keputusan semua ambeng harus di keluarkan tanpa terkecuali, dan alhasil strategi gizi yang kedua gagal. Akhirnya semua santri tetap makan gembul bareng bersama masyarakat dan bercanda bersama hingga makananpun tak terasa jika sudah habis.

Menunggu

menunggu, hewan kurba
ensiklopedimuslim.com

Setelah kegitan Sholat ied  selesai aku dan para santri menunggu pemberitahuan dari abah yai untuk penyembelihan hewan kurban pada tahun ini.

Setelah menunggu agak lama akhirnya datang juga santri ndalem yang barusan dari rumah abah yai untuk menyampaikan berita dari abah yai.

Semakin tercengang mendengar dawuh abah yai karena beliau berkata santri hanya bagian masak dan menunggu daging datang yang menyembelih bagian masyarakat.

Para santri langsung kegirangan mendengar dawuh abah yai seperti itu. Setelah ada kabar seperti itu para santri menunggu datangnya daging dari panitia kurban tahun ini.

Sekitar 4 jam menunggu tanpa adanya kabar yang jelas mengakibatkan gejala kekawatiran yang sangat mendalam.

selang beberapa saat setelah muncul rasa khawatir di hati dari kejauhan aku pun mendengar bahwa ada daging datang, seketika kami para santri langsung menghampiri pembawa daging tersebut. Alih-alih daging dari abah yai ternyata daging tersebut berasal dari beberapa desa dekat pondok.

Berat daging yang diberikan masyarakat sekitar 12 kg, karena tak menyangka dapat kiriman daging dari masyarakat kami pun sangat bersyukur karena jatah santi menjadi double karena katanya daging 12 kg itu hanya jatah santri sedangkan abah yai sudah mendapatkan bagian sendiri.

Memasak daging kurban

memasak, daging kurban
videoblocks.com

a. Bagian Pertama ( masak bakso gan )

Ketika mendapat banyak daging para santri pun bermusyawarah. Akhirnya kami sepakat untuk menjadikan 12 kg daging ini menjadi bakso.

Semua sepakat bakso karena kami jarang makan bakso, sebenarnya ada warung bakso di dekat pondok karena harganya sedikit melejit para santri jarang membeli bakso di dekat pondok.

Pertimbangan satu lagi karena nanti masih di beri daging oleh abah yai hehehe!. Dengan cara cepat tanggap para santri mengumpulkan uang untuk membeli gas dan untuk menghaluskan daging ke penggiling daging.

waktu menunjukan jam 11.00 WIB santri yang bertugas menggiling daging pun sudah datang. semua santri bergegas pergi ke dapur untuk mulai memasak daging yang sudah lembut tersebut.

pembagian tugas dilaksanakan ada yang memasak bakso ada yang membut kuah ada yang siap menggoreng bakso yang sudah jadi.

Tak membutuhkan waktu lama bakso yang di masak oleh kelompoknya yang bertugas sudah siap di hidangkan, karena ada dua model hidangan bakso, pertama yang hanya di rebus  dan yang kedua bakso goreng favorit. 

daging kurban, bakso
buat resep.com

b. Bagian kedua (semur daging)

Waktu menjelang dhuhur adzan pun berkumandang di speaker masjid semua santri kembali untuk menunaikan ibadah sholat dhuhur bersama.

Selepas keluar dari masjid dan ingin kembali ke kamar masing-masing, lupa karena pondok hari ini juga menyembelih tanpa terduga santi ndalem berteriak “daging dari abah yai datang caaak !”

Santri langsung turun dengan semangat menyambut babak kedua dalam pengahancuran daging ini.

Karena tadi sudah musyawarah masalah menu yang akan di masak kali ini kami memasak daging pemberian pak yai dengan bumbu semur.

Daging sebanyak 6 kg daging dan tulang ini langsung di olah oleh tim ke dua. Karena tadi lupa bahwa pondok juga menyembelih semua bahan karbohidrat sudah habis pada saat yang tidak tepat.

Karena proses masak agak sedikit lama dan waktu menunjukan bahwa sudah jam setengah lima sore, akhirnya daging di kuali besar di gado atau dimakan tanpa nasi sampe kenyang soalnya sehabis isya’ masih ada acara tasyakuran di pondok cabang.

Menghabiskan daging tak butuh waktu lama hanya dalam hitungan menit semua sudah habis kami pun kembali ke kamar untuk persiapan sholat magrib berjamaah dan menyiapkan perut lagi untuk menampung menu daging berada di pondok cabang nanti sehabis isya’.

Penutup

Nikmati segala keberkahan yang diberikan kepada kita dari mana saja oleh Allah SWT jangan sampai kita lalai bahwa semua keberkahan dan nikmat hatus di syukuri agar tidak menjadikan kufur ni’mah, karena itu adalah salah satu hal yang di benci oleh Allah SWT.

Satu lagi tak boleh lupa janganlah engkau berlebih-lebihan karena berlebih-lebihan adalah sifat setan

terimakasih sudah menyimak secuil pengalaman Hari raya Kurbanku kali ini

Wassalamualikum. Wr. Wb.

 

 

Jangan lupa baca artikel yang lainya ya !

1. Perjalanan Penuh Cerita Menuju Gunung Bromo

2. Belajar masuk dunia kulier

3. Nikmatnya Menjadi Seorang Santri Bagian Pertama

3 thoughts on “Hari raya Kurban Mengesankan di Pesantren

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.