Cerita Singkat Kopdarnas Aisnusantara

Kopdarnas Aisnusantara – Assalamualaikum Sahabat Hamparan. Kali ini aku akan sharing tentang salah satu pengalaman pribadiku. Cerita kali ini adalah pengalamanku mengikuti Kopdarnas Aisnusantara di Kota Malang.

Pasti banyak yang bertanya-tanya apa sih Aisnusantra?. Sebelum mencerikakan tentang pengalamanku mengenai Kopdarnas Aisnusantara, aku akan menjelaskan sedikit tentang Aisnusantara. Simak terus ceritanya ya guys !.

Aisnusantara

Kopdarnas, Logo aisnusantara

Aisnusantara adalah wadah yang menampung para santri yang berdakwah dengan media sosial. Banyak media sosial yang menjadi sarana dakwah para santri yaitu seperti Facebook, Twitter, dan Instagram. Karena zaman semakin lama semakin berkembang cara dakwah santri pun juga berkembang.

Tetapi bukan untuk mengalahkan keutamaan menuntut ilmu di pesantren, wadah ini di tujukan kepada generasi melenial yang masih kurang begitu mendalam dengan ilmu agama. Agar tidak terpeleset lebih jauh tentang pemahaman keberagamaan yang ekstrim.

Jadi awalnya dulu Aisnusantara dibentuk oleh para santri yang melihat banyaknya account mendia sosial yang mengatas namakan santri. Mulai dari situ ada inisiatif untuk mengumpulkan para pemilik acoount dan menyamakan visi dan misi dakwah. Berawal dari situ para Admin atau pemilik media sosial itu pertemukan dalam satu forum yaitu Kopdar.

Anggota Aisnusantara pun tersebar di berbagai provinsi di Indonesia dari Sumatera hingga Jawa bahkan baru dikabarkan Aisnusantara juga baru saja mendirikan di Kalimantan.

Forum ini masih terbilang muda tetapi gebrakan pada dakawah media sosial terbilang tinggi hingga banyak kalangan ingin mengajakdan bahkan mengayomi dalam satu lembaga.

Kopdarnas dilaksanakan rutin 2 kali dalam setahun, karena aku yang mengidolakan para admin-admin pada saat itu aku datang dari Tulungagung menuju Malang untuk mengikuti dan ingin bertemu dengan para admin santri.

 

Baca juga Nikmatnya Menjadi Seorang Santri Bagian Pertama

 

Kopdarnas Aisnusatara ke 2 di Malang

Kopdarnas Ais nusantara, malang
Twitter.com

Kopdarnas Aisnusantara ke 2 di laksanakan di Kota malang pada tangg 8-9 April 2017 di Kota malang berada di sebuah pesantren bernama Ponpes Sabilulrosyad tepatnya. datang dengan keadaan hujan tak menyurutkan niatku untuk mengikuti acara yang jarang ku temukan ini. Berharap bisa bertemu dengan para orang-orang yang bisa menginspirasi.

Acara yang di laksanankan pada siang ini adalah seminar tentang literasi dan media. Dengan pemateri dari salah satu pemilik televisi swasta dan salah satu anggota dewan dalam Komisi Penyiaran Indonesia. Tak lupa juga pemateri tentang literasi langsung di isi oleh salah satu dosen kampus UIN Sunan Ampel.

Acaranya pun dimulai sekitar jam 2 mulai pembukaan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Yalal wathon di lanjutkan dengan sambutan-sambutan oleh para panitia. Acara begitu meriah karena pemateri yang sangat komunikatif bahkan mengadakan sesi pertanyaan dan berhadiah.

Aku mendapatkan pengalaman yang sangat banyak terutama tentang literasi dan media. Pertama yang diajarkan adalah menjadi penikmat media haruslah sangat hati-hati dan cerdas dalam penangkapan sumber media. Karena tidak semua sumber media bisa di lihat keabsahan dari berita tersebut. Menjadi konsumen cerdas adalah salah satu acara agar tidak terjadi kesalahapahaman.

Materi kedua tentang literasi disampaikan langsung oleh salah satu dosen UIN Sunan Ampel . penyampaian yang sangat mudah dipahami oleh para kawula muda banyak canda tawa terjadi ketika materi literasi dilaksanakan. Tapi dalam materi ini di tegaskan bahwa minat menulis dan membaca pada masyarakat Indonesia sangatlah kurang.

Disini kami di ajari secara singkat bagaimana cara menyalurkan sebuah ide dalam tulisan, dan tak lupa juga trik agar tulisan tersebut agar mudah di pahami oleh seseorang.

Hingga tak terasa waktu sudah hampir menjelang malam, acara segera di tutup dengan makan bersama.

Meet & Greet + Sharing photography

kopdarnas aisnusantara, Meet & greet
instagram.com

Meet & greet adalah acara kedua dalam kopdarnas kali ini. Bertempat di sebuah kafe di tengah kota dengan nuansa yang sangat menunjang untuk acara santai. Tidak seperti tadi saat seminar sedikit suasana serius, tapi berbeda kali ini para admin media sosial ini bercanda tawa dengan tamu yang datang untuk berkenalan dengan mereka.

Acara pertama dibuka dengan membaca Al fatihah bersama dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Menuju ke acara selanjutnya kali ini di isi oleh salah satu penasehat Aisnusantara yaitu Ahmad Romzi dari Cirebon yang jauh-jauh datang untuk membagi pengalamanya. Materi ini tentang photography santri yang kini sedang menjadi trending topik bagi khalayak umum., seperti tutur katanya dalam diskusi tersebut.

Masyarakat dunia membutuhkan banyak bukti untuk menunjukan betapa uniknya pemuda yang belajar di pesantren.

karena kurangnya pengetahuan para santri dalam photography akhirnya sarana untuk mengenalkan pesantren ke nasional maupun internasional pun juga tidak maksimal

Karena beliau baru saja pulang dari Belanda untuk mengikuti acara pameran foto, saat itu ada 15 foto yang di tampilkan dan hampir semua foto tersebut hasil kamera miliknya. Pada saat itu beliau ingin mengadakan seminar untuk para santri agar bisa lebih maju dalam dunia photography.

Selain materi yang di sampaikan oleh khuya Romzi, ada banyak acara menghibur dari para santri keren ini untuk para audience. Sesi acara santricoustic sangat menghibur para tamu.

Tamu Spesial

kopdarnas aisnusantara
imgru.com

Tak menjelang lama terdengar ada tamu yang tak terduga yaitu salah satu anggota Kementrian Agama Republik Indonesia. Beliau datang dari Jakarta langsung menuju Malang untuk menemui para santri yang sedang berkumpul. Karena tidak terduga sebab sebelumnya belum ada pemberitahuan lebih lanjut kami pun mengapresiasi penuh dan dengan bangga sebagai santri menyambut kedatangan beliau.

Petuah demi petuah yang keluar dari ucapan beliau. Menghimbau agar para anak muda generasi melenial untuk gencar dalam memerangi para perusak generasi muda. Terutama yang sedang gencar sekarang hingga menebar fitnah dimana-mana.

Belau berkata bahwa banyaknya anak muda yang terciduk dalam salah pergaulan hingga menyebabkan perubahan psikis yang luar biasa dampaknya. Dengan bantuan media sosial anak muda seperti santri bisa gencar untuk menyerukan tentang pendidikan keberagamaan kepada mereka yang kurang mengerti.

Beberapa jam berlalu hingga sekarang dari panitia mengadakan quiz berhadiah kaos dan aksesoris yang lainya. Keseruan yang tak terduga karena banyak pertanyaan yang dimana menyebutkan tentang sejarah ulama islam Indonesia yang berdakwah di luar negeri. Bahkan juga ada pertanyaan tentang pengarang kitab atau ulama Indonesia yang menjadi pengarang kitab.

Suasana hangat ketika canda tawa bersama hingga tidak sadar bahwa waktu sudah menunjukan jam 10 malam, acara yang mengasikan ini di tutup denga doa bersama, di lanjutkan bersalaman dan berfoto ria bersama para santri kece ini. Tak lupa juga mendapat kenangan dari para pengurus Aisnusantara berupa stiker. Serasa tak ingin meninggalkan suasana Kopdarnas ini tetapi adalah daya semua keadaan yang memaksa.

Penutup

kopdarnas
http://unisci24.com

Jadikanlah media sosial sebagai ajang pencarian amal jariyah yang hingga kelak ketika sudah berada di liang kubur tetap menemani kita. Jangan malah menyebarkan sebuah kebencian yang memecah belah bangsa karena bangsa kita adalah satu. Berlomba-lombalah dalam kebaikan.

Terima kasih sudah menyimak Wassalamualaikum. Wr. Wb

1 thought on “Cerita Singkat Kopdarnas Aisnusantara

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.