7
16

Cara Menanam Hidroponik: Panduan Bagi Pemula (Dijamin 100% Berhasil)

Pemukiman di perkotaan semakin menjamur. Karena keterbatasan lahan, sebagian orang tak bisa menyalurkan hobi berkebun. Salah satu cara mengatasinya adalah dengan mempelajari cara menanam hidroponik. Hidroponik sudah dikenal sejak beberapa tahun yang lalu.

Ada banyak keuntungan yang bisa didapatkan. Sistem penanaman hidroponik tak akan merusak tanah, karena bahan utamanya bukanlah tanah.

Maka, jarang ada orang yang menanam tanaman yang membutuhkan banyak tanah seperti pepaya dengan teknik hidroponik (baca: cara menanam pepaya). Berikut keuntungan hidroponik lainnya.

Cara Menanam Hidroponik: Keuntungan Hidroponik

cara menanam hidroponik kangkung

pixabay.com

  • Mengoptimalkan Hasil Panen

Quote:

Media tanam yang digunakan dalam teknik hidroponik menyediakan segala nutrisi yang dibutuhkan tanaman secara langsung. Hal ini membuat pertumbuhan tanaman menjadi lebih optimal dan lebih cepat hingga 50% daripada menggunakan teknik penanaman yang biasa.

Di samping itu, sistem hidroponik menjaga kebersihan tanaman dan lingkungan sekitarnya, sehingga meminimalkan potensi terserangnya hama. Jika hama tak bersarang, Anda tak perlu menggunakan pestisida dan produk pertanian yang dihasilkan pun lebih higienis.

  • Menghemat Pemakaian Air

Tanaman yang ditanam secara hidroponik membutuhkan lebih sedikit air karena sistem tanamnya rapi dan tertutup, membuat air yang digunakan tak mudah menguap karena sinar matahari.

Sistem tanam yang demikian juga berfungsi menjaga nutrisi tetap dalam jangkauan tanaman dan tak terbuang percuma.

  • Menghemat Biaya

Ada banyak yang bisa ditekan penggunaannya dengan hidroponik dan berakibat pada minimnya biaya yang harus Anda keluarkan, mulai dari proses awal tanam, perawatan, hingga panen.

Setidaknya, Anda tak perlu rutin menyiram tanaman sehingga dapat menghemat air dan tidak membutuhkan lahan yang luas.

Cara Menanam Hidroponik: Benih Tanaman Hidroponik

cara menanam hidroponik tomat

pixabay.com

Cara menanam hidroponik yang pertama adalah dengan menyiapkan benih tanaman. Seledri adalah tanaman yang sering ditanam secara hidroponik (baca: cara menanam seledri). Anda dapat mencoba menanam seledri hidroponik sebagai awalan.

Atau, jika ingin menanam tanaman yang dapat digunakan sebagai bumbu masak harian, cabai merupakan pilihan yang bagus (baca: cara menanam cabe).

Benih bisa Anda dapatkan dengan cara membuatnya sendiri atau membelinya di toko-toko pertanian. Tak perlu pusing mencari toko pertanian jika di sekitar rumah tidak ada.

Anda bisa membelinya di online shop dengan berbagai variasi harga, dari yang murah hingga kualitas impor. Tidak selalu bibit dalam kemasan dan bermerek itu bagus. Biasanya, tiap merek ada tingkat keberhasilan tumbuhnya.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah jangan membeli benih eceran atau repacking. Jangan lupa untuk mengecek tanggal kedaluwarsanya. Pembuktian bibit itu bagus atau tidak dapat dilihat setelah semai, menunggu 7–14 hari, atau menunggu sampai daun sejati muncul.

Pemilihan jenis bibit yang baik tentu akan memengaruhi hasil panen yang maksimal pula. Nah, saat Anda berbelanja, sekalian belilah rockwool-nya. Rockwool adalah tempat untuk menyemai benih dengan daya serap yang tinggi dan steril.

Ada dua jenis rockwool sebagai media hidroponik, yaitu rockwool khusus pertanian dan rockwool insulator. Keduanya produk impor. Namun, jenis yang banyak digunakan adalah Rockwool insulator karena biasa digunakan untuk tabung air conditioner (AC).

Cara Menanam Hidroponik: Media Tanam Hidroponik

cara menanam cabe hidroponik sistem sumbu

pixabay.com

Menyiapkan media tanam adalah langkah selanjutnya dalam tata cara menanam hidroponik. Pilih media tanam yang menurut Anda paling efektif. Ada dua media tanam sebagai pilihan.

Pertama, campuran sekam bakar dan pasir kerikil. Kedua, campuran rockwool dan pasir kerikil. Yang paling penting dari media tersebut adalah Anda harus memperhatikan hal-hal berikut ini.

  • Tidak memengaruhi larutan nutrisi;
  • Memiliki sifat poros/mudah menyerap air yang berlebihan;
  • Tidak mengandung garam sama sekali, atau kadar salinitasnya rendah;
  • Tidak menyumbat sistem pengairan; dan
  • Mempunyai pori pori yang baik.

Cara Menanam Hidroponik: Cara Pemberian Nutrisi

cara menanam hidroponik dengan rockwool

pixabay.com

Seperti halnya manusia, cara merawat tanaman adalah dengan memberikan asupan nutrisi dari dalam dan luar. Dosis/ukuran nutrisi juga harus memperhatikan unsur makro dan mikro. Kemudian, berikan dosis tersebut secara bertahap.

Tiga hari sekali, ganti larutan nutrisi tersebut sambil memastikan tak ada saluran yang tersumbat. Selain itu, pastikan pula masa kedaluwarsa nutrisi tersebut.

Cara Menanam Hidroponik: Cara Merawat

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam upaya merawat tanaman hidroponik adalah kondisi air serta bak penampungan, kondisi larutan nutrisi, media tanam dan wadahnya, kebersihan lingkungan, dan kondisi tanaman. Berikut penjelasannya.

  1. Air dan Bak Penampungan
  • Ganti air minimal sekali dalam empat hari agar terjaga kebersihannya.
  • Gunakan wadah bening yang memudahkan Anda mengecek kondisi bagian dalam dari luar.
  1. Media Tanam

Jika media tanam ditumbuhi lumut, lakukan hal-hal berikut ini setiap 1–2 minggu.

  • Cuci bagian yang ditumbuhi lumut dengan air bersih yang mengalir.
  • Rendam wadah dalam alkohol atau air bersih.
  • Bersihkan, dan wadah dapat digunakan kembali.
  1. Wadah Media Tanam
  • Jika mungkin, gunakan media tanam baru atau gunakan yang lama namun masih layak pakai.
  1. Lingkungan
  • Bersihkan sampah dan rumput liar atau gulma yang ada di sekitar tanaman.
  • Pastikan sinar matahari tidak terhalang.
  1. Tanaman
  • Buang tanaman yang tidak tumbuh atau sakit agar tidak menulari tanaman yang sehat.
  • Tanaman yang menunjukkan gejala tidak sehat dapat disebabkan oleh dua hal, yaitu terserang hama atau kekurangan nutrisi. Maka, cek kedua faktor tersebut secara berkala.

Cara menanam secara hidroponik ini juga bisa dikembangkan menjadi lahan bisnis. Sudah tak asing lagi Anda mendengar istilah cabe hidroponik, kangkung hidroponik, dan tomat hidroponik, bukan?

Jadi, tunggu apalagi? Mari mulai praktikkan cara menanam hidroponik dari sekarang.

 

 

Show Comments

No Responses Yet

    Leave a Reply

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.