Penjelasan Aksara Jawa Lengkap dengan Pasangan, Contoh, hingga Cara menulis dan membacanya

Aksara Jawa – Hai semua sahabat Hamparan!. Kalian pasti tau betapa banyaknya suku bangsa dan bahasa di negeri kita tercinta ini. Hampir ratusan bahkan ribuan, tapi bukan hanya suku dan bahasa saja tetapi ternyata Indonesia juga memiliki banyak macam aksara atau sistem tulisan.

Dalam artikel ini saya akan sedikit membahas tentang salah satu aksara yang sudah tersebar hampir ke seluruh Indonesia ini yaitu aksara Jawa.

Banyak orang mengenal aksara Jawa dengan sebutan hanacaraka. Aksara Jawa sendiri merupakan sebuah turunan dari aksara Brahmani yang berasal dari India. Aksara ini sudah ada dari jaman kerajaan hindu-budha dengan sedikit penyesuaian dari bahasa sanskerta.

Waktu penetapan aksara ini sebagai aksara Jawa bermula ketika abad 17 di kerajaan mataram islam mulai banyak menggunakan bahasa dan tulisan aksara ini.

Karena alasan itu dari kerajaan telah menetapkan aksara ini sebagai tulisan yang sah dari kerajaan. Setelah hampir 2 abad lamanya pemakaian aksara ini semakin meluas maka pada abad 19. Dari mulailah dilakukan pembukuan dan pencetakan dari aksara Jawa ini.

Pada zaman kolialisme dulu penggunaan aksara Bali dan Jawa mulai dikenalkan di berbagai daerah. Karena sebab itu aksara ini juga di pakai di beberapa daerah di Indonesia, seperti Sunda, Sasak, Melayu, Madura, Bali, dan masih banyak lagi yang lainya.

Penggunaan aksara ini biasanya digunakan untuk membuat sebuah tulisan jawa, yang dulu berupa sebuah puisi, berita ataupun surat.

Pada dasarnya aksara Jawa ini merupakan penggabungan antara dua aksara yaitu aksara kawi dan abugida. Jika dilihat dari truktur masing-masing kata dan huruf, yang mewakili 2 buah abjad dalam huruf latin.

Bukti dari penggabungan 2 aksara tersebut bisa di lihat di salah satu huruf aksara jawa. Seperti ” Ha” adalah salah satu huruf aksara yang suku katanya utuh dan berbeda dengan kata “hari” yang di dalamnya ada banyak penambahan huruf dalam aksara latin.

Perbedaanya sangatlah jauh salah satunya adalah dari susunan huruf dan acara bacanya. Layaknya aksara hindi, bentuk asli dan cara penulisan hanacaraka menggunakan teknik menggantung atau di atas garis bagian bawah.

Perkembangan era yang semakin modern menjadikan modernisasi terhadap aksara ini juga, banyak modifikasi yang terjadi pada seiring berjalanya waktu.

Aksara Jawa

Dalam penulisan aksara Jawa atau hanacaraka sendiri ada beberapa tata cara untuk menulis, unsur-unsur, dan aturan yang lain. Pemberian sedikit penjelasan secara perlahan-lahan tentang huruf dan aturan-aturan tersebut akan memudahkan kalian untuk memahami aksara ini.

Ketika kamu semakin mudah memahaminya semakin mudah juga kamu menulis dan mengerti isi aksara ini. Sebelum menuju ke arah yang lebih mendalam mengenai hanacaraka ini, berikut adalah beberapa gambaran penjelasan terkait penulisan hanacaraka.

Aksara Carakan

aksara jawa

Dalam aksara Jawa sendiri masih terbagi dalam beberapa bagian yang pertama adalah aksara carakan.

Aksara carakan sendiri merupakan aksara paling dasar di aksara hanacaraka. Dilihar dari muasal nama carakan yang berarti kata yang digunakan untuk menulis kata-kata. Setiap huruf dari aksara carakan ini mempunyai sebuah pasangan.

Kegunaan pasangan ini digunakan untuk menghilangkan huruf vokal (mematikan) huruf atau aksara sebelumnya.

Agar kalian mudah memahami aksara ini, saya akan menjelaskan beberapa aturan penggunaan pasangan aksara carakan, beserta cara pengucapanya. Aksara-aksara ini sama halnya dari beberapa huruf diatas yang disebut hanacaraka tadi.

Pasangan Aksara Jawa

aksara jawa
hidupsimpel.com
aksara jawa
setohadoko.blogspot.com

Beberapa penjelasan mengenai aksara Jawa dan pasanganya akan di jelaskan seperti berikut ini. Dapat dilihat gambar di atas, beberapa simbol tambahan itu merupakan dari pasangan aksara hanacaraka.

Dalam hal penggunaanya biasanya di pakai untuk membuat suatu tulisan atau juga kalimat yang didalam kata terakhirnya menggunakan bukan huruf vokal atau bisa disebut mematikan huruf.

Penulisan dan penempatan aksara pasangan ini haruslah benar dan tetap agar dapat dibaca dan diartikan, letak penulisan ini sangatlah fatal dan sulit dibaca jika keliru dalam penggandenganya.

Baca Juga : 60+ Ucapan Selamat Ulang Tahun Untuk Sahabat | Keren, Baru, Romatis, Islami!

Contoh Penggunaan Pasangan Aksara Jawa

aksara jawa
deuniv.blogspot.com

Sedikit contoh singkat selain gambar di atas, penulisan kata ” Mangan sega” (makan nasi) yang kalimat asli tanpa di beri pasangan di baca “Manganasega” dalam aksara jawa tidak bisa langsung dibaca seperti kalimat yang awal.

Maka penggunaan pasangan digunakan untuk mematikan huruf sebelumnya menjadi “Mangan sega” sebab memberi pasangan pasangan “sa” makan bisa dibaca sedemikian.

Aksara Swara

aksara jawa
faroidcs.wordpress.com

Aksara ini merupakan aksara yang digunakan untuk menulis huruf vokal latin atau bisa juga digunakan untuk menulis suatu kata dari bahasa asing untuk mempertegas objek pelafalan.

Seperti contoh penulisan kata “Amerika” jika dalam aksara jawa tidak bisa langsung di baca seperti itu, kalimat dasarnya adalah ” Hamerika” karena di huruf “ha” dal tambahan aksara swara “a” maka bisa dibaca Amerika.

Gambar di atas merupakan contoh dari aksara swara.

Sandangan Aksara Jawa

aksara jawa
itsjustmitos.blogspot.com

Sandangan aksara Jawa merupakan simbol tambahan untuk merubah nada dari huruf vokal dari aksara Jawa. Sengaja saya menjelaskan sandangan ini setelah aksara swara.

Karena kebanyakan orang masih bingung dengan penggunaan dua simbol ini yaitu aksara swara dan sandangan. Pada dasarnya penggunaan sandangan di hanacarakan hanya digunakan di tengah kalimat atau kata.

Dalam sandangan sendiripun juga masih terbagi menjadi beberapa cara baca, ada hampir lebih dari 15 sandangan yang digunakan, dan cara membacanya pun juga berbeda-beda.

Aksara Rekan

tanda tangan
wijayayuki9.blospot.com

Menuju ke aksara selanjutnya adalah aksara rekan. Aksara rekan sendiri merupakan aksara yang digunakan untuk menulis huruf serapan dari bahasa asing seperti bahasa Arab, Seperti contoh f, kh, dz, dan yang lainya.

Dibawah ini adalah contoh dari aksara rekan.

Aksara Murda

aksara jawa
mgmpbahasajawamakabupatenrembang.wordpress.com

Aksara yang berikutnya adalah aksara murda. Secara pemahaman yang mudah aksara murda ini merupakan wujud dari huruf kapital di aksara hanacaraka. Kegunaan dari aksara murda ini hampir sama seperti huruf kapital pada umumnya.

Seperti digunakan untuk menulis huruf depan nama orang, nama tempat atau untuk menulis kata yang menggunakan huruf kapital di awal penulisanya, dan juga digunakan untuk awal paragraf atau kata.

Kalian bisa melihat contoh aksara murda beserta pasanganya dibawah ini.

Baca Juga : Artikel yang Menjelaskan Terkait Seni Rupa Murni dari Pengertian, Fungsi, Beserta Contohnya Lengkap !

Aksara Wilangan

aksara jawa
emanurul27blogspot.co.id

Hampir semua aksara tadi yang kita pelajari yang membahas tentang huruf dan pasangan-pasanganya, kali ini kita akan membahas tentang cara penulisan angka dalam aksara Jawa atau bisa disebut dengan aksara wilangan

semua aksara yang ada entah itu aksara sunda, atau aksara bali, atau yang lainya pasti memiliki angka untuk memudahkan menulis atau memberi niali.

Di bawah ini merupakan contoh aksara wilangan.

Tanda Baca Aksara Jawa

aksara jawa
kampoengdjava.blogspot.com

Setelah semua aksara yang mulai dari huruf dan angka kita bahas, selanjutnya kita akan membahas tentang aturan dalam penulisan tanda baca aksara Jawa.

Tanda baca aksara Jawa sendiri atau bisa disebut pratanda di dalam aksara hanacarakan merupakan suatu hal yang dibutuhkan untuk sebagai pemberitahuan seperti layaknya tanda baca bahasa latin pada umumnya.

Cara pemakaianya juga berbeda-beda tergantung posisi penempatanya.

Cara Menulis Aksara Jawa

Tips Membaca Aksara Jawa

Sejarah Aksara Jawa

Dalam aksara Jawa sendiri tidak terlepas dari sejarahnya yang sangat mengagumkan. Ada banyak versi yang menceritakan tentang sejarah singkat dari aksara Jawa ini. Berikut ini merupaka salah satu referensi cerita yang kuat yang menceritakan legenda dari aksara Jawa ini.

Awal Cerita Aji Saka

aksara jawa
v3lv3l.deviantart.com

Pada awal cerita ada seseorang kesatria yang gagah berani dan sakti mandraguna. Belaiu memiliki dua orang abdi dalem yang sangat setia kepadanya. Mereka berdua bernama Dora dan Sembada.

Suatu ketika sang Aji Saka sedang melakukan perjalanan menuju sebuah kerajaan yang bernama Medang Kamulan yang saat itu diperintah oleh seorang raja yang suka memakan daging manusia.

Raja tersebut bernama Raja Dewata Cengkar, hampir setiap hari raja ini memakan daging manusia. Karena sudah menjadi kebiasaanya, pada rakyatnya pun mulai takut dan resah karena itu.

Karena keadaanya yang semakin parah Raja Aji Saka sangat ingin melawan raja tersebut bersama dua punggawanya itu.

Singkatnya, sampailah Aji Saka di sebuah hutan yang sudah menjadi salah satu wilayah kerajaan Medang Kamulan. Sebelum Aji Saka memasuki kerajaan itu belau menyeruh salah satu punggawanya untuk tetap tinggal untuk menjaga kris saktinya ia bernama Sembada.

Karena sangat taatnya kepada Aji Saka abdinya yang bernama Sembada tersebut dia memegang teguh perintahnya. Sedangkan Dora salah satu abdi yang lain di ajak untuk kesana mengikuti sang Raja Aji Saka untuk menghadapi Raja Dewata Cengkar.

Setelah bertemu langsung dengan Prabu Dewata Cengkar, Aji Saka membuat sebuah kesepakatan. Yang di dalam kesepakatan itu tertera bahwa Aji Saka mau di makan dagingnya akan tetapi dengan syarat Prabu Dewata Cengkar harus menyerahkan sebagian wilayahya sebesar sorban yang di bawa oleh Aji Saka.

Sang Prabu pun menerima kesepakatan itu, kemudian Aji Saka mengeluarkan sebuah sorban dan menyuruh Prabu Dewata Cengkar untuk mulai mengukur sebatas mana wilayah yang akan di serahkan kepada Aji Saka.

Mulai dari situ para raja itupun mulai mengukur luas wilayah dengan salah satu memegang ujung sorban. Prabu Dewata Cengkar mulai berjalan mundur untuk melebarkan sorban tersebut.

Setelah sekian lama hingga melewati sebuah gunung sampailah di sebuah jurang tepian laut, karena kecerdikan dan kesaktian dari Aji Saka yang hebat akhirnya dia menggoyangkan sorbanya yang mengakibatkan Prabu Dewata Cengkar dan jatuh kedalam Laut.

Para rakyat yang mendengar kabar kematian sang raja bringas itu pun bersorak dan bersuka cita, dan bahkan mengangkat Aji Saka menjadi seorang raja.

Awal Pertikaian para Kesatria

aksara jawa
jeparadise.co

Setelah sekian lama dia ingat bahwa kris saktinya masih di titipkan di pinggiran hutan oleh Sembada punggawanya. Akhirnya Aji Saka memberi perintah kepada Dora untuk mengambil kris sakti dan mengajak kembali Sembada.

Akhirnya berangkatlah Dora menuju pinggiran hutan menemui sahabatnya tersebut. Setelah sampai awalnya mereka saling berbincang membahas keadaan diri masing-masing.

Dan setelah sekian lama perbincangan tersebut berubah mengarah ke permintaan Dora yang di utus oleh sang raja untuk mengambil kris saktinya.

Karena ketaatanya kepada Aji Saka yang sudah memberi titah agar menjaga kris sakti itu agar tidak boleh di ambil siapapun kecuali dirinya sendiri.

Akhirnya Sembada pun menolak permintaan Dora karena ingin mengambil kris tersebut. Karena Dora juga sangat menjunjung tinggi perintah dari sang raja terjadilah perdebatan besar hingga mereka sama-sama tidak mau saling mengalah satu sama lain karena mememang teguh perintah atau amanah dari sang Raja Aji Saka.

Dan sampai akhirnya mereka bertengkar hingga melakukan baku hantam dan bertempur mati-matian. Karena kesaktian dan kekuatan mereka sama-sama semimbang, hingga suatu ketika mereka yang bertarung lama tewas bersama-sama.

Karena di rasa sang utusan tidak kunjung kembali, Aji Saka pun mendengar sedikit cerita bahwa ada dua orang yang sakti bertempur hingga mati-matian di pinggir hutan.

Perasaan tidak tenang datang kepada Aji Saka hingga akhirnya dia pergi untuk memastikan. Disitu aji saka pun menangis dan menyesal karena kecerobohanya tersebut.

Karena sebab kecerobohanya tersebut serta untuk mengenang kedua abdi dalemnya, maka Aji Saka membuat suatu barisan huruf atau sebuah aksara yang dimana aksara tersebut menceritakan kejadian dimana bertarungnya dua kesatria yang gagah berani karena mempertahankan amanah dari rajanya.

Aksara tersebut berbunyi:

Ha Na Ca Ra Ka = ada dua orang utusan (carakan)

Da Ta Sa Wa La = saling bertempur mempertahankan amanah

Pa Dha Ja Ya Nya = karena sama tingkat kesaktiannya

Ma Ga Ba Tha Nga = maka keduanya mati, menjadi bathang (bangkai).

 

Mungkin demikian sedikit penjelasan tentang aksara Jawa dari pengertian beserta pasanganya, hingga aksara-aksara pelengkap dari aksara Jawa sendiri.

Sekian semoga bermanfaat!

 

 

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.